Visi : Terwujudnya Derajat Kesehatan Masyarakat Kecamatan Pulau Pisang yang Optimal

Kamis, 05 September 2019

Pendidikan Karakter di SMP Negeri Pulau Pisang


Info Sehat – Remaja merupakan masa dimana seseorang beranjak dari masa anak-anak ke masa dewasa. Usia remaja biasanya dari usia 10 sampai 19 tahun. Di masa remaja karakter seseorang bisa berubah-ubah tergantung dengan kondisi lingkungannya itu sendiri. Remaja mengalami gejolak emosi karena perubahan berat dan tinggi badan yang berpengaruh juga terhadap perkembangan psikisnya. Pada masa gejolak itu merupakan masa sulit sehingga remaja memerlukan pengendalian diri yang kuat ketika berada di sekolah, di rumah, di lingkungan masyarakat.
Pendidikan karakter sangat penting diberikan kepada remaja karena masa remaja adalah masa-masa dimana seorang anak mudah sekali menerima pengaruh dari luar baik itu pengaruh baik maupun pengaruh buruk.
Ada tiga pihak yang mempunyai peran penting, yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat. Dasar pendidikan karakter adalah di dalam keluarga. Jika seorang anak mendapatkan pendidikan karakter yang baik dari keluarganya, anak tersebut akan berkarakter baik selanjutnya.
Pendidikan karakter di ssekolah merupakan segala usaha yang dapat dilakukan untuk mempengaruhi karakter siswa. Karakter sebagai sebuah pola pikiran, sikap maupun tindakan yang melekat pada diri seseorang dengan sangat kuat dan sulit dihilangkan. dapat dimaknai sebagai pendidikan nilai, pendidikan moral, pendidikan budi pekerti dan pendidikan watak yang bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memberikan keputusan baik buruk, memelihara apa yang baik dan mewujudkan kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati.
Pendidikan mengenai pembentukan karakter yang baik akan memberikan beberapa manfaat seperti dapat membantu orang lain, menghormati dan dihormati orang lain, mendapat predikat yang baik. Yang lebih penting nantinya akan bisa hidup tenang, akan berprestasi, membanggakan diri sendiri dan membanggakan orang yang disayangi, termasuk orang tua dan bisa juga negara.
 Ada tujuh alasan mengapa pendidikan karakter itu harus disampaikan:
1.    Cara untuk meningkatkan prestasi.
2.    Sebagian siswa tidak dapat membentuk karakter yang kuat bagi dirinya di tempat lain.
3.    Cara terbaik untuk menjamin anak-anak memiliki kepribadian yang baik dalam kehidupannya.
4.    Persiapan terbaik untuk menyongsong perilaku di tempat kerja.
5.    Mengajarkan nilai-nilai budaya merupakan bagian dari kerja peradaban.
6.    Mempersiapkan siswa untuk menghormati pihak atau orang lain dan dapat hidup dalam masyarakat yang beragam.

Karakter-karakter yang baik harusnya dapat dipelihara. Hal utama yang dapat dilakukan untuk membentuk karakter seorang siswa adalah dirumah. Dalam hal ini, orang tua (keluarga) perlu menanamkan karakter sehingga pembangunan watak, akhlak atau karakter bangsa mulai tumbuh dan dapat berkembang dalam kesehariannya.

Selanjutnya dalam membangun karakter seorang siswa di sekolah perlu memperhatikan aturan dan tata tertib yang berlaku disekolah. Pihak sekolah perlu memperhatikan pembinaan sikap dan karakter masing-masing siswa dengan cara membina dan meningkatkan intelektualisme dan profesionalisme. Selain itu, pihak sekolah juga dapat menerapkan nilai-nilai karakter pada siswa dengan membuat aturan dan tata tertib yang dapat menumbuhkan karakter-karakter baik.








Rabu, 04 September 2019

Puskesmas Pulau Pisang Sosialisasi CTPS di Sekolah Kec. Pulau Pisang





Info Sehat - Mencuci tangan dengan sabun  adalah salah satu tindakan sanitasi dengan membersihkan tangan dan jari jemari menggunakan air dan sabun oleh manusia untuk menjadi bersih dan memutuskan mata rantai kuman. Mencuci tangan dengan sabun dikenal juga sebagai salah satu upaya pencegahan penyakit. Hal ini dilakukan karena tangan seringkali menjadi media pembawa kuman penyakit, baik dengan kontak langsung ataupun kontak tidak langsung (menggunakan permukaan-permukaan lain seperti handuk, gelas).



Anak sekolah dasar merupakan kelompok usia yang rawan akan penularan penyakit. Kebiasaan anak-anak usia sekolah dasar yang kurang menjaga kebersihan dan sering kali makan jajanan di pinggir jalan tanpa mencuci tangan terlebih dahulu membuat mereka sangat mudah sakit, baik sakit yang ringan maupun yang kronis. Hal ini jika terus dibiarkan tanpa adanya perbaikan maka akan menjadi kebiasaan anak. Inilah yang menjadi dasar keprihatinan Tenaga Nusantara Sehat dan Petugas Puskesmas Pulau Pisang untuk melakukan penyuluhan sekaligus gerakan CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun) terhadap siswa-siswi Sekolah Dasar di Kecamatan Pulau Pisang. Rabu,28 Agustus 2019.
Acara dimulai dengan pembukaan yang dilakukan oleh Pihak Sekolah dan dilanjutkan dengan kegiatan pemberian materi dan pengarahan oleh petugas puskesmas pulau pisang dengan metode “belajar sambil bermain” para petugas menggali pengalaman dan pemahaman siswa mengenai CTPS. Selanjutnya, Dalam penyuluhan dan gerakan CTPS ini, seluruh siswa terkondisi dengan baik dan fokus, dengan langkah-langkah penerapannya. Para siswa-siswi sangat aktif dan antusias selama kegiatan, terlihat dengan keaktifan mereka dalam memberikan respon aktif dalam setiap detail kegiatan. icebreaking dan yel-yel CTPS membuat mereka semakin semangat sampai mereka mampu mempraktekan CTPS sesuai dengan materi yang telah dijelaskan dengan baik dan benar.

Orientasi Materi CTPS
Peserta Sosialisasi CTPS


Pembukaan Sosialisasi CTPS


Foto Bersama




Selasa, 11 Juni 2019

Posko Kesehatan "Poskotis Pulau Pisang"

Posko Kesehatan Puskesmas Pulau Pisang

Info Sehat - Mudik menjadi salah satu tradisi warga Indonesia menjelang Hari Raya Idul Fitri. Karena antusiasnya yang cukup tinggi, risiko kecelakaan hingga terkena penyakit juga sama tingginya. Oleh karena itu menjaga kesehatan sangat penting, baik sebelum mudik, saat mudik, maupun saat arus balik.

Saat lebaran, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) se Kabupaten Pesisir Barat tetap buka memberikan pelayanan kepada warga masyarakat dan Petugas Medis, dokter Puskesmas selalu siap “on call” jika sewaktu-waktu dibutuhkan masyarakat. Hal itu, karena Puskesmas merupakan lembaga yang berfungsi pelayanan langsung kepada masyarakat.


Pembinaan PKPR Saka Bakti Husada "Out Door Pulau Pisang"


Info Sehat - UPT Puskesmas Pulau Pisang melaksanakan  pembinaan Program Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) Saka Bakti Husada bagi siswa SMP sederajat di daerah setempat. ( Minggu, 5 Mei 2019)

Kegiatan tersebut dilakukan di tiga tempat berbeda, yakni di Halaman Puskesmas, Pekon Pasar dan Dermaga Pulau Pisang dengan diawali senam pagi (senam jantung Sehat).

“Mukhlisin, selaku penanggung jawab kegiatan UKS dan PKPR mengatakan, remaja adalah suatu keadaan peralihan dari masa kanak-kanak menjadi dewasa. Dimana, di masa ini terjadi perubahan yang unik dari segi fisik dan psikologis pada remaja, maka harus dibina dan diarahkan untuk menjadi lebih baik demi peningkatan derajat kesehatan khusunya remaja.
Oleh karena itu, perlu pengetahuan dan pengawasan yang jelas dan tepat agar tidak terjadi kesalahan, yang akhirnya dapat memberikan pengaruh buruk bagi masa depan remaja.

salah satu caranya dapat melalui pelatihan dan penyampaian pesan kesehatan, yang dilakukan di sekolah-sekolah, guna membantu dan merujuk remaja yang diketahui sedang bermasalah.

“Jadi, kita sangat peduli tentang kesehatan remaja ini, supaya mereka tetap sehat dan bugar, dalam upaya menunjang para remaja dalam meraih cita-cita dan masa depannya yang gemilang,” ungkapnya.

Selasa, 09 April 2019

Pembuatan Ovitrap SMP Negeri Pulau Pisang "Bebas Malaria"


Info Sehat – Sejumlah Siswa-Siswi SMP Negeri Pulau Pisang Kecamatan Pulau Pisang Kabupaten Pesisir Barat melaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan ovitrap pada Senin, (4/3/19)  yang dilaksanakan oleh Puskesmas Pulau Pisang dalam rangka Peminaan Saka Bakti Husada di SMP Negeri Pulau Pisang. 
Kegiatan ini merupakan salah satu program unggulan dalam  gerakan pencegahan Pulau Pisang Bebas dari Malaria. Kegitan ini berlangsung pada pukul 10.00 dan berakhir pada pukul 12.00 WIB, para Siswa/I diajak untuk membuat ovitrap yang dibimbing langsung oleh petugas Puskesmas melalui program UKS dan PKPR.
Ovitrap adalah alat yang dipakai untuk memutuskan siklus hidup nyamuk sebelum pupa nyamuk berubah menjadi nyamuk secara sederhana. Hanya bermodalkan plastik hitam, botol bekas, lakban, gula jawa, serta ragi tape, ovitrap mampu membasmi keberadaan nyamuk. 
Dengan diadakannya kegiatan pelatihan pembuatan ovitrap ini, Siswa/I merasa  senang dan antusias. Hal ini terbukti dengan keaktifan mereka dalam membuat Ovitrap dan banyaknya pertanyaan-pertanyaan yang diberikan untuk didiskusikan.
"harapannya dengan cara ini nyamuk bisa dapat berkurang, biar aktivitas tidak terganggu lagi. Ini adalah cara alami untuk mengurangi keberadaan nyamuk itu sendiri, selama ini kan yang kita tau hanya menggunakan obat nyamuk atau semprot nyamuk. cara alami seperti ini ramah lingkungan dan tidak mengandung bahan kimia.
Ovitrap sendiri dikatakan berhasil apabila nyamuk yang terperangkap di dalam botol tersebut terbilang sudah cukup banyak. Disamping itu, ovitrap sendiri terbilang berhasil jika keberadaan nyamuk tersebut sudah terasa berkurang daripada sebelumnya. Keberhasilan serta keakuratan dari ovitrap sendiri tentunya tak lagi perlu diragukan. 
Sebab, telah banyak survei serta penelitian yang membuktikan keberhasilan ovitrap ini sendiri. Salah satu keberhasilan dari ovitrap sendiri sudah dibuktikan dengan banyaknya online shop yang cenderung menjual ovitrap, disamping itu tak sedikit dari ilmuwan yang sudah membuktikan dan menguji kebenaran ovitrap tersebut.





Senin, 08 April 2019

Puskesmas Pulau Pisang Sosialisasi PHBS di Sekolah



Sosialisasi PHBS SD Negeri Labuhan Pulau Pisang
Info Sehat - PHBS di Sekolah adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan oleh peserta didik, guru dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat. (09/4/2019)
Ada beberapa indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di sekolah yaitu :
1. Mencuci tangan dengan air yang mengalir dan menggunakan sabun
2. Mengkonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah
3. Menggunakan jamban yang bersih dan sehat
4. Olahraga yang teratur dan terukur
5. Memberantas jentik nyamuk
6. Tidak merokok di sekolah
7. Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap bulan
8. Membuang sampah pada tempatnya


Latar Belakang PHBS di sekolah
Munculnya sebagai penyakit yang sering menyerang anak usia sekolah (usia 6-10), ternyata umumnya berkaitan dengan PHBS. Oleh karena itu, penanaman nilai-nilai PHBS disekolah merupakan kebutuhan mutlak dan dapat dilakukan melalui pedekatan usaha kesehatan Sekolah (UKS). Siswa Warga sekolah (kepala sekolah, guru, karyawan sekolah, komite sekolah dan orang tua siswa) serta Masyarakat lingkungan sekolah (penjaga kantin, satpam,dll)

Manfaat Pembinaan PHBS di Sekolah
1.       Terciptanya sekolah yang bersih dan sehat sehingga siswa, guru dan masyarakat lingkungan sekolah terlindungi dari berbagai gangguan dan ancaman penyakit.
2.      Meningkatkan semangat proses belajar mengajar yang berdampak pada prestasi belajar siswa
3.      Citra sekolah sebagai institusi pendidikan semakin meningkat sehingga mampu menarik minat orang tua.
4.      Meningkatkan citra pemerintah daerah di bidang pendidikan
Menjadi percontohan sekolah sehat bagi daerah lain.












Selasa, 05 Maret 2019

16 Langkah Puskesmas harus berbenah Dalam Persiapan Akreditasi


Info Sehat - Puskesmas harus terus berbenah memperbaiki kelemahan-kelemahan dalam menyelenggarakan kegiatan dan pelayanan. Banyak hal yang dihadapi tantangan dalam proses berbenah itu.
Berikut ini terdapat beberapa hal yang dapat membantu puskesmas dalam proses berbenah:

              1.  Komitment Setiap Pegawai dan Lintas Sektor
Penulis menomorsatukan point komitment setiap pegawai. Ini penting dalam penyelengaraan kegiatan di Puskesmas. Perlu adanya penggalangan komitmen dengan niat ikhlas tentunya.
Dengan menjaga komitmen ini, setiap permasalahan yang dihadapi oleh Puskesmas, kembalikanlah ke komitmen awal dimana telah menyatakan siap bersama-sama mewujudkan pelayanan yang berkualitas.
Kita berkomitmen artinya menyatakan tanggung jawab untuk bekerja dengan semangat dan integritas. Bukan hanya komitmen internal yang diperlukan, tetapi juga komitmen eksternal seperti lintas sektor dan masyarakat itu sendiri, untuk menyatakan keterlibatannya dan bersama-sama Puskesmas mewujudkan masyarakat kecamatan yang sehat. Bukankah itu yang kita inginkan di Puskesmas?
  1. Komunikasi, Koordinasi, Konsultasi Serta Pengarahan dan Pembinaan
Pegawai Puskesmas harus bekerja mengedepankan komunikasi dan koordinasi. Kita harus hilangkan ego profesi atau ego jabatan dan tentu saling mendukung dalam melaksanakan kegiatan.
Komunikasi dan koordinasi kita kategorikan menjadi dua, yaitu komunikasi dan koordinasi secara internal dan eksternal.

Pegawai Puskesmas harus duduk bersama menentukan dan mengidentifikasi peran lintas program dan peran lintas sektor untuk menunjang pelaksanaan kegiatan. Selain itu, juga harus ditentukan dan disepakati alur kewenangan dan alur komunikasi, kerjasama antara pengelola.
Misalnya, kegiatan Kelas Ibu Hamil, co-program nya adalah Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) namun perlu diidentifikasi peran dari pogram lainnya dalam kegiatan tersebut, seperti Promkes bisa mengisi kelas ibu hamil dengan penyuluhan interaktif atau dari segi advokasinya, gizi bisa mengisi materi mengenai Gizi saat Ibu hamil dan seterusnya.

Peran ini harus diidentifikasi, begitu pun peran dari lintas sektor perlu diidentifikasi melalui rapat lokmin lintas sektoral pertama. Hal ini bertujuan agar program yang ada di Puskesmas diketahui dan didukung oleh lintas program dan lintas sektor dengan ikut andil berpartisipasi baik secara regulasi maupun teknis di lapangan.

Budaya konsultasi, pengarahan dan pembinaan juga harus digalakkan di Puskesmas.
Penanggung jawab program, Kepala Tata Usaha dan Kepala Puskesmas harus rutin memberikan arahan dan pembinaan secara periodik yang terjadwal baik melalui rapat lintas sektor, apel pagi, pendampingan di lapangan, menelaah dokumen kegiatan dan capaian kinerja.
Hal ini bertujuan agar kegiatan yang ada dipantau dan pelaksana kegiatan dan pelayanan mendapatkan motivasi setelah mendapat arahan dan pembinaan dari pimpinan. Penanggung jawab program dan pimpinan mengarahkan dan membina dengan pendekatan personal agar pegawai merasa telah diapresiasi kerja keras mereka.

Sebaliknya, budaya konsultasi pun harus digalakkan di Puskesmas, komunikasikan sesegera mungkin jika ada kendala atau ide inovasi dari pelaksana program/pelayanan kepada penanggung jawab program dan pimpinan agar ditindaklanjuti segera mungkin. Sering-seringlah Puskesmas melakukan program transfer knowledge misalnya dari bidan koordinator, atau bahwa dari tim IT sharing mengenai pengoperasian komputer sebagai skill dasar.


  1. Manajemen Sarana Prasarana dan Alat Medis dan Non Medis
Point ini sangat vital di Puskesmas namun masih ada juga yang kurang memperhatikan menajemen sarpras dan alat-alat. Ada yang biarkan alat-alat berkarat, kurang terurus, alat sterilisasi kurang, alat-alat ukur tidak dikalibrasi dan lain sebagainya. Apa yang harus dilakukan dalam manajemen sarpras ini?

Pengelola barang atau bendahara barang yang telah ditunjuk harus memahami uraian tugasnya. Bendahara barang pertama-tama membuat daftar inventaris sarana prasarana dan alat-alat medis maupun non medis. Kemudian membuat rencana dan jadwal pemeliharaannya. Persoalan pemeliharaan bukan saja urusan bendahara barang, namun tanggung jawab setiap pegawai baik di Puskesmas maupun Pustu.

Melalui ceklis pemeliharaan disetiap ruangan, bendahara barang melakukan monitoring rutin untuk mengetahui mana barang atau alat yang memerlukan perbaikan atau kalibrasi. Di awal tahun, bendahara barang juga menjadwalkan kalibrasi alat yang tentunya disesuaikan dengan perencanaan Puskesmas.

Hal yang tidak kalah penting yaitu sterilisasi alat, sterilisasi harus dijadwalkan dan dimonitoring serta dibuatkan tindaklanjut jika ditemukan proses sterilisasi yang tidak sesuai prosedur.